3 laki-laki, 3 Dunia, 1 Cinta

Judulnya kayak film bgt yaak… hihihhi…, entah nyambung apa gak sama isinya😀

Setelah memiliki 3 anak dan jagoan semua, pertanyaan seperti ini “capek donk ya pastinya punya anak 3 laki2 semua dan pantaran pula umurnya?” heemmm, kalo mau dijawab jujur sih iyaaaa bisa dibilang sedikit capek. Tapi ternyata, diluar rasa “capek fisik” itu, punya 3 jagoan semua itu adalah awesome, fantastic, beautiful, dan sangat menyenangkaaan. Serasa menjadi ibu beneran.. heheh. Dan menjadi ibu dari 3 anak laki2 yang lagi masa-masa emasnya ini, semakin membuat aku getol baca-baca hal tentang dunia parenting. Kita semua tau donk, jadi orang tua itu kan gak ada sekolahnya dan pastinya kita gak plek otomatis langsung jadi orang tua yang hebat dan selalu benar kan. Akan selalu ada proses pembelajaran, bisa dari kejadian pengalaman sendiri, pengalaman orang lain, ikut seminar parenting atau mencari referensi lainnya. Dan dalam hal ini, yang mana aku bersyukur sekali punya suami yang mendukung dan sama-sama terus mau belajar serta memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi kalo soal urusan anak.

Waktu masih punya anak satu, semuanya masih tenang-tenang aja. Kebetulan memang si Kk Dafi ini anaknya penurut dan gak banyak tingkah. Saat itu aku merasa ternyata punya anak itu gak serumit yg diceritakan orang2 hehehe😀 . Perasaan semuanya berjalan mulus. Karena si kakak ini gak pernah ngamuk alias tantrum. Kalopun bisa dibilang tantrum, mungkin tipenya masih tantrum yang skalanya kecil kali ya. Gak sampe meraung2 nangis yang sampe bikin emaknya stress liatnya. Lebih banyak diam dan cemberut saja kalo lagi marah. Kalo ingin sesuatu yang ga bisa aku penuhin saat itu, dan aku bilang “nanti ya” dan dikasi penjelasan sedikit, ya sudah… aman semua.

Nah, punya anak kedua agak mulai naik petualangannya. Keenan ini anaknya aktif luar biasa, Kalo sudah ada maunya harus diturutin, tidak suka diatur dan lebih ekspresif menunjukkan perasaanya. Tantrumnya dimulai dari umur kurang lebih 18 bulanan. Pada waktu itu, biasanya tantrum Keenan terjadi pas malam hari. Sampai nangis2 kenceng dan susah didiamkan. Beruntung suatu saat aku pernah dengar CD inspirasinya ayah edy tentang mengatasi anak tantrum. Setelah suamiku coba praktekkan, Alhamdulillah sedikit2 tantrumnya mulai bisa diatasi. *Mungkin utk cerita tantrumnya keenan nanti ada tulisan sendiri. Untuk dokumentasi pengalaman kita juga. Sejak tantrumnya dapat mulai teratasi, sekarang sudah mulai lebih mudah mengaturnya, dan ternyata dia bisa juga jadi anak yang supeerr manisss sekali.

Gimana dalam cara mengungkapkan cintanya? Ternyata berbeda pula untuk Dafi maupun Keenan. Dafi lebih malu-malu dalam mengekspresikan sayangnya. Setiap aku bertanya “kakak sayang mama?” dengan sambil ketawa dan bercanda dia akan jawab “gak” hahahaha, tapi dia akan memberikan ciuman diam2 saat aku tidur (beberapa kali aku pergokin dia sedang mencium kening dan pipi saat aku tidur…hiksss terharu). Kalo keenan aku tanya bgitu, spontan saja dia jawab “sayang”… dan langsung cium2 saat itu juga. Keenan lebih ekpresif menunjukkan perasaannya.

Dengan bertambahnya anak, bagiku artinya ilmu parenting harus terus ditambah. Setiap anak itu berbeda. Dan beda anak ternyata beda pula ilmunya. Seandainya ada buku petunjuk atau SOP buat jadi orang tua hehehe sayangnya gak ada. Teori parenting itu memang banyak sekali, dan aku juga tahu gak mungkin bisa persis plek meniru lalu menerapkannya ke gaya mendidik aku ke DKI. Coba-mencoba, trial and error dan kombinasi sana sini pasti terjadi. Tapi satu hal yang aku yakini dalam mendidik DKI, adalah naluri saya seorang ibu, I trust my gut. Si Abi pernah berkata seperti ini saat aku curhat klo aku mulai ketakutan gimana mendidik anak2 nanti “nyari tahu sana sini, baca ini itu dan sebagainya boleh2 saja mah untuk referensi, tapi bagaimanapun kamu tetap ibunya, kamu yang lebih tahu anak2mu bagaimana, krn cocok bagi orang lain, belum tentu cocok buat anak2 kita”. makasih sayang, untuk terus selalu mendukungku :*

Kalo si bungsu Inu, belum bisa banyak cerita, karena memang masih bayi hehehe…

3 anak, 3 kepribadian yang berbeda. Woowww petualanganku yang lebih seru sepertinya baru akan dimulai. Bismillah, semoga aku dan suami bisa menjalankannya dengan sebaik2nya peran ini. Ayah edy pernah mengatakan, kita bisa punya 3 pilihan menjadi orang tua. Pertama, menjadi orang tua yang ditakuti, maka lakukanlah gimana caranya menakuti anak agar anak menjadi takut sama kita, kedua menjadi orang tua yang dihormati, maka lakukan apa saja yang membuat anak hormat, atau yang ketiga, menjadi orang tua yang dicintai. Dan kami akan memilih yang nomer 3, menjadi orangtua yang dicintai “beloved parents. Bayangin aja, seorang anak yang cinta pada orangtuanya, udah pasti dia akan dengerin tuh apa yang orangtuanya bilang. Sama aja seperti pada pasangan yang kita cintai. Anything for you deh pokoknya. Dan Insya Allah mama dan Abi akan terus berusaha agar menjadi orang tua yang dicintai oleh kalian our DKI :*

Perjalanan masih panjang, fase-fase “menarik” dan “menantang” akan segera dimulai. Ayooo Abi, kita siap2 bersama menanti masa-masa itu. Bismillahhirohmanrrohim….

Kakak Dafi yang lembut dan sabar...

Kakak Dafi yang lembut dan sabar…

Keenan, yang berani tapi penuh kasih sayang..

Keenan, yang berani tapi penuh kasih sayang..

One thought on “3 laki-laki, 3 Dunia, 1 Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s