Jenewa… Swiss

Hampir satu setangah tahun yang lalu di postingan sini, aku pernah nulis beberapa tempat di belahan dunia yg kepengen banget aku datengin. dan gak disangka2, salah satunya terwujud belum lama ini. Yuppp Alhamdulillah, Swiss…tempat yg kepengen sekali aku datengin setelah Mekkah. Memang sih ke Swiss ini bukanlah sengaja untuk jalan-jalan atau berlibur, tapi urusan Dinas dari Kantor😀 .

Beberapa Minggu yang lalu, bosku dikantor tiba2 manggil aku dan  nyuruh aku untuk siapkan dokumen yang diperlukan untuk aku pergi ke Swiss pada bulan September. Setiap tahun tempat kerjaku memang ada kewajiban mengunjungi kantor WTO di Jenewa dalam rangka rekonsiliasi data terkait impor dan tariff bea masuk. tapi biasanya sih yang pergi kesana itu para pejabat eselon 3 keatas. Nah, entah ada angin apa tiba2 aja aku dipanggil dan ditugaskan kesana. Kebetulan juga di WTO sedang diadakan WTO Public Forum 2012 yang dihadiri oleh hampir semua negara-negara anggota WTO. jadilah 23 September kemaren aku berangkat ke Jenewa berdua dengan teman satu unit.

Singkat cerita, hari Minggu malam tgl 23 Sept aku berangkat ke Jenewa dengan Emirates Airlines. sebenernya ada beberapa alternatif pesawat kesana dari Jakarta, diantaranya ada KLM, Qatar, Lutfansa, Swiss Air, dll. Tapi dari hasil perbadingan dari sisi lamanya perjalanan dan tempat transit, akhirnya dipilihlah Emirates. Dari sisi lamanya perjalanan, Emirates ini yg paling cepet, begitu juga lamanya transit. cuma 4 Jam transit di Dubai. yang lain ada yg sampai berkali2 transit, dan waktu transitnya kurang kondusif. ada yg terlalu lama atau terlalu mepet. Jadi pilihan kita jatuh ke Emirates. Senin Siang jam 2an waktu Jenewa kita tiba disana dan dijemput oleh protokol dari PTRI dan langsung ke kedubes RI disana.  oh iya, selisih waktu Jkt dan Genev itu terpaut 5 jam, lebih cepat Jakarta. Berhubung Wisma KBRI saat itu katanya lagi full, jadinya kita nginap di Hotel. Kita nginep di Hotel Ibis Budget, gak jauh dari Bandara. Sampe hotel jam 5an aku langsung aja donk tidur. rasanya lelaahhhh bgt. Ditambah lagi artinya bahwa jam tubuh taunya saat itu adalah waktunya tidur krn sudah jam 10an malam kalo di Jkt. Trus pas aku bangun kira2 8 jam sesudahnya, disana masih gelap gulita karena baru jam 1 malam. akhirnya aku lanjut lagi tidur sampai jam 8 pagi waktu sana (oh iya disana jam 7 pagi aja masih gelap) hahaha….. berarti kalo ditotal lamanya aku tidur sekitar 15 jam ckckckck…., bener2 jet leg dah… norak bgt ya😀 .

Oh iya, saat itu di Swiss sedang musim gugur menuju dingin. Jadi cuaca udah mulai dingin banget. ya sekitaran 8 derajat celcius. Untung aku udah sedia bawa jaket tebel. Informasi temenku yang kesana bulan November tahun lalu, Salju udah mulai turun. beruntung deh aku masih bulan September. jadi masih kondusif cuacanya.

Untuk transportasi disana, setiap turis yang datang dan nginap di hotel, akan diberikan free tiket untuk transportasi bis maupun trem selama di Jenewa. jadi enaknya kita gak perlu repot2 lagi beli tiket bus. Kalau beli di luaran, harganya sekitar 8 CHF/orangnya.

Dan inilah tempat2 di jenewa yang sempet aku datengin di sela-sela kunjungan wajib ke WTO.

1. Palais des nations

 Ini adalah gedung United Nation atau PBB. Gak ke jenewa rasanya kalo kita gak foto-foto di gedung ini, apalagi di patung kursi yang terkenal itu. menurut informasi, Palais des Nations ini mulai dibangun pada tanggal September 1929.  dan dalam menentukan arsitektur bangunannya, sampe diadakan kompetisi tingkat internasional yang mempertemukan berbagai arsitek ternama dunia pada masa itu. Gedung ini menjadi markas PBB terbesar dan terluas kedua setelah markas PBB di new York. Pemandangannya juga gak kalah menariknya. dikelilingin pohon-pohon bsar yang katanya sih umurnya udah ratusan tahun. belum pemandangan Danau Jenewa, pengunungan Alpen dan pegunungan Mont Blanc (tapi ini kalo cuaca cerah lagi ya…).

 2. Jardin Botanique

Gak jauh dari gedung UN, tepatnya persis di depan gedung WTO, ada Conservatory and Botanical Gardens, atau disebut Jardin Botanique. Kalo dikita sama lah kayak kebun raya bogor. Tapi lebih bersih dan terawat😀 . konservatori ini berisi lebih dari 16.000 spesies tanaman dari seluruh dunia. kebun raya ini katanya didedikasikan untuk pelestarian dan kemajuan hortikultura.

 3. Jet d’Eau dan Flower clock.

Dari UN dan Jardin Botanique, kami jalan2 menyusuri sungai Le Rhone atau biasa disebut Geneva Lake untuk melihat salah satu icon wisata Geneva yaitu The Jet d’Eau fountain. Salah satu air mancur tertinggi didunia. kalo kata wikipedia, tinggi air mancur ini 140 meter dan dapat dilihat dari seluruh kota di jenewa. Jalan sedikit dari air mancur, kita ke flower clock di English Park. The flower clock ini katanya sebagai lambang Swiss dalam industri jam tangan di dunia.

Dari situ kita naik trem dan keliling2 liat2 suasana kota Jenewa.  kita ke Cornavin (statsiun kereta), Bel Air, old town dan tempat2 sekitarnya. Kotanya tertata rapih dan indah. siapapun yang kesana pasti setuju kalo Jenewa itu indah banget😀

udah puas keliling2 naik trem, tempat selanjutnya yang dicari apalagi kalo bukan pusat perbelanjaan hehehe. Kita ke Manor La Placette. Aku beli beberapa stel baju buat Dafi dan Keenan. Trus pastinya apalagi kalo bukan Jam. hehehehe.. rasanya kurang aja kalo ke Swiss ga beli jam disana. Dan ternyata salah besar jika beranggapan bahwa jam tangan di Swiss lebih murah daripada di negara lain. Aku keliling2 disana, harga jam termurah ada dikisaran rata-rata 100- 150 CHF atau sekitar 1,5 jt rupiah. Itu yang paling murah loh. Sementara harga rata-rata jam yang menurut aku bagus, ya rata-rata diatas 300 sampai ribuan CHF. oh iya, Di pusat kota Geneva (Gare Cornavin) ada banyak toko jam tangan, ratusan bahkan mungkin lebih dari 1000 toko jam dengan berbagai merk terkenal di dunia. Hampir semua merk jam terkenal ada disini. makanya gak heran, selain coklat, jam tangan menjadi ciri khas oleh-oleh dari Swiss. Aku akhirnya beli beberapa jam buat ku sendiri, buat si Abi dan buat sodara deket. kalo untuk Coklat, aku belanja di Migros Balexert. Segala macam jenis coklat ada disana. Dan menuturku, harga coklatnya juga termasuk murah.

Selain cerita tempat-tempat disana, gimana soal warga disana?

Kalo diperhatikan, kebanyakan warga Geneva adalah pendatang. Geneva ini salah satu kota yang multiras dan multikultur. Ada ‘bule’, kulit hitam, warga china, warga jepang, dan pendatang dari daerah latin juga banyak. lumayan Banyak juga perempuan berjilbab disana. Meskipun selama disana, belum pernah aku liat ada Masjid. Tapi sifat ramah warganya, jadi pandangan positif buatku. Oh iya, setiap aku papasan dengan wanita berjilbab, hampir dipastikan mereka selalu memberikan salam dan tersenyum. Sesuatu banget deh. ada cerita ketika aku di WTO, karena sedang ada acara forum internasional jadinya saat itu suasana ramai oleh orang-orang dari berbagai negara. Tiba2 ada seorang perempuan berjilbab yang nyamperin kita dan mengucapkan salam. Akhirnya kita kenalan, ngobrol2. Dia berasal dari Oman, dan datang ke Jenewa itu dalam rangka menghadiri forum. Padahal kita baru kenal dan beda negara pula, tapi rasanya seperti udah kenal lama dan mudah akrab.

Bahasa sehari2 disana adalah bahasa Perancis, walopun mereka bisa juga bhs Inggris. Tapi kalo menurut aku sih, bhs inggrisnya biasa aja dan sedikit kedengeran aneh. soalnya pernah beberapa kali kita ngobrol jadi rada gak nyambung gitu hahahaha…

Sayangnya, kita ga sempet jalan-jalan ke tempat yg lebih indah lagi. pegunungan Alpen misalnya. gak ada orang juga sih yg bisa nganter2 kita disana. orang KBRI juga sibuk semua Itupun kita jalan-jalan hanya mengandalkan feeling aja mau kemana, naik satu trem ke trem lainnya. kalo untuk yg lebih jauh lagi gak berani, takut nyasar. hihihih. Mudah2an aja deh some day bisa kesana lagi, tentu saja bukan untuk urusan kerjaan, tapi untuk jalan-jalan amin.😀

Hari Jumat sore jam setengah 4 waktu sana, kita pulang ke Jakarta. Ada kejadian sedikit tegang pas pulang. kami berdua di tahan di imigrasi Jenewa hampir satu Jam. Ditanya ini itu. gak tau deh kenapa alasannya sampe kita dicurigain kayak gitu. Aku jelasin semampuku alasan kami kesana. tetep aja mereka nanya2. Sempet terpikir apa karena kasus film yg lagi heboh skr ini terkait pelecehan terhadap Nabi Muhammad, entahlah aku juga gak tau persis. untungnya, sebelumnya udah sering denger kalo ditahan di imigrasi di negara Eropa atau Amerika itu soal biasa, yang penting kita jangan ngotot, mereka akan lebih galak. jadi ya aku pura2 santai aja padahal hati dag dig dug takut gak bisa pulang hihihih. Walopun akhirnya kita bebas juga, tapi sebel aja, karena jadi banyak orang yg ngeliatin kita berdua hahahaha. pas transit di Dubai pulangnya liat mainan bagus buat Dafi dan Keenan. Untungnya aku bawa dollar juga. jadi bisa belanja2 di Dubai. Dan pas menuju Jakarta dari Dubai, udah gak berasa abis pulang dari Luar negeri, karena hampir semua isi penumpangnya adalah warga Indonesia hihihih, sepertinya mereka para TKW yang pada pulang kampung. Sepanjang perjlanan pulang gak bisa tidur, karena udah gak sabar ketemu anak2. kangen rasanya, hampir seminggu gak ketemu. Ini pertama kalinya aku ninggalin anak2 lebih dari 2 hari. karena biasanya, kalo dinas ke daerah aja sih aku selalu bawa mereka. Sabtu malam Alhamdulillah tiba di Jakarta dan disambut dengan pelukan2 dari jagoan2ku. Alhamdulillah. Seminggu yang menyenangkan bisa mengujungi salah satu tempat yg aku impikan untuk didatangi semasa hidup. Semoga yang lain menyusul.. hihihihihhi amin…

Gedung WTO

1. Flower Clock
2. Depan United Nations
3,4,5. Jardin Botanique
6. Geneva Lake

1,2. Air mancur
3. Salah Satu Tram di Jenewa
4. Gare de Cornavin, Statsiun Kereta Api
5. Salah satu sudut Bel Air
6. Depan Pusat Perbelanjaan Manor

1. View dari Jendela Kamar Hotel
2. “the 3 legged Chair” depan palais des nations
3. mall balexert, persis depan hotel tempat nginep
4. salah satu tempat pemberhentian tram/bis
5. Depan Hotel, Ibis Budget atau Etap

Yaaappp, itulah sedikit cerita perjalanan ke Jenewa kemaren. Walaupun singkat hanya 1 minggu, tapi cukup berkesan. banyak pengalaman yang berharga dan cerita2 yang gak bisa diceritain satu2. Bersyukur atas kesempatan ini. kalo dulu pernah ke Melbourne Australia dalam rangka kursus, ke Jenewa dalam rangka Dinas, semoga someday bisa ke Jepang dalam rangka liburan… wkwkwkwk.., Amin. semoga😀

6 thoughts on “Jenewa… Swiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s