Kunjungan Kedua: 6-7 Minggu

Pengen posting dari kemeren, tp bawaannya males. Belom lagi rasa mual yang datang sepanjang hari. Hadoohhh bener-bener bikin lemes. Tapi hari ini harus dipaksain. Alhamdulillah hari Senin kemaren aku ketemu dr. Oni lagi. Hari senin itu aku emang gak masuk kerja juga, karena kecapekan 3 hari jalan-jalan ke Bandung. Oh iya cerita Bandung menyusul ya.., belom sempet. Sore Jam 4-an aku ambil nomer dan ternyata dapet nomer 6, Alhamdulillah gak terlalu lama nih nunggunya. Malemnya, jam 7an lewat udah balik lagi ke RS ternyata baru no 2. Pas di tensi tekanan darah ternyata tinggi banget, 140/100 dan suster minta tensi ulang. 15 menit kemudian di tensi lagi lumayan turun walopun masih tinggi, 130/90. Suster nawarin tensi ulang lagi tapi aku tolak. Nunggu sekitar 30 menitan akhirnya giliranku juga masuk. Ketemu dokter, beliau langsung ngebahas soal hasil lab kemaren. Ada kabar yang buat aku sempet down saat itu. Dengan sedikit menyesal, dokter jelasin kalo kondisi aku saat ini berada pada masa kritis. Apalagi kalo bukan karena progesterone aku yang terlalu rendah. Dokter bilang, saat ini setidaknya progesterone aku harus 25 minimal, sedangkan aku hanya 6, selisihnya jauh banget kan?? Hiks..hiks.. pengen nangis rasanya. Tapi dokter Oni cukup memberikan ketenangan, beliau mengatakan Insya Allah bisa dibantu dengan terapi hormon progesteronnya. Karena saking rendahnya, kemungkinan aku akan terapi hormon ini sampai lima bulan kedepan. Sweaar rasanya pengen nangis saat itu, tapi aku kuat2ain. Kasian dedeknya nanti, aku harus kuat🙂. Dr. oni menggambarkan progesterone itu seperti lem, lem yang akan mengikat janin untuk menempel kuat di rahim. Jadi bayangin saja kalo lem nya itu lemah atau tidak kuat??. tibalah giliran USG. Udah deg2an aja. Gak tau kenapa setiap mau usg pasti aja gak keruan perasaanya.

Alhamdulillah ternyata janinya sudah keliatan. Dokter memperkirakan saat itu usianya antara 6-7 minggu. Tapi ternyata ada satu hal lagi yang buat aku khawatir, di sekitar kantung kehamilan dokter melihat ada pendarahan. Aku tanya apa penyebab pendarahan itu, lagi-lagi karena progesterone yang kurang itu katanya. Oh iya, malah ada satu peer lagi katanya, hiks..hiks…, tensi aku yang tinggi itu, pertanda gak baik katanya.😦

Hasil USG 6-7 Minggu

Selesai usg, dokter terus kasi aku semangat. Beliau bilang Insya Allah semuanya akan baik-baik saja asalkan aku juga bisa menjaga pola makan dan jangan terlalu capek. Dokter kasi banyak sekali makanan pantangan. Setidaknya sampai crusial time ini terlewati. Karena kata dokter, sampai beberapa bulan kedepan, ini merupakan waktu-waktu penentuan buatku. Ya Allah semoga aja aku bisa melewati semua ini. Dan semoga saja janin dalam kandunganku akan sehat2 sampai lahiran nanti.. amin.

8 thoughts on “Kunjungan Kedua: 6-7 Minggu

  1. Halo, jeng…ikut sedih baca ini. Tapi iya, jangan terbawa kesedihan, tetap semangat ya jeng Dea. Aku turut mendoakanmu, kiranya Tuhan memberkati agar kehamilanmu lancar ya Dea..

  2. Bunda
    ayo dibawa tenang en nyante
    semuanya tergantung setting mind qt aza koq….
    ayo semangattttttt

    *berdasarkan pengalaman semangat en yakin ketika semua orang menganjur CS akibat kronologis pendarahan dan kepala beib juga belum masuk panggul dan aq keukeh mau spt😉 4 hari sebelum melahirkan baru masuk panggul en mantepppp bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s