Puisi Pertama

Abi, kemarin aku buka-buka file lama dan ga sengaja nemuin Puisi yang pertama kali kamu kasih dulu, masih inget?? Nih aku copy ya..

Bergegaslah

Ketika,….Kudaratkan kaki di Hang Nadim
Kulihat ribuan wajah penuh cinta dan harapan 

Kerinduan,…. Akan sebuah tempat persingahan ditengah hiruk pikuk gemuruh panas kota Jakarta

Pelabuhan,.…Hati-hati nan gersang yang tengah merindukan kemenangan kedamaian dan uluran kasih sayang.

Peraduan,…. Jiwa-jiwa yang lelah tuk sekedar melepas beban di dada yang terus bertambah.

Duhai kasih,…. Bergegaslah kuatkan azzam di hati dampingi hidup kita dalam curahan cinta Illahi

Duhai kasih,…Agar tak lapuk usiamu sirna ditelan massa dalam Lumpur kebimbanganmu

Jadikanlah,… Allah sebagai tujuan sandaran hati nurani agar terhempas keraguan

Jadikanlah,…. Rosulloh tauladan panutan hidup hingga sampai akhir zaman.

Jadilah,….. Dikau sebagai Hajar
Jadilah,…..Dikau sebagai Maryam
Jadilah,….. Dikau sebagai Khadijah
Wanita perkasa penuh keagungan

Dan cobalah Jadikan ,…. aku sebijak luqman Hakim
Jadikan,…..aku setegar Ibrahim
Serta Jadikan,….. aku sekasih Muhammad
Rosul akhir zaman panutan ummat.

Disadur dari : Album ke-6 suara Persaudaraan

Oh iya, dulu aku sempet sebel lho, aku pikir koq ga kreatif banget kasih pusi tapi saduran, hehe… Maaf ya sayang!!, tapi aku seneng koq, mungkin memang iya isi nya mewakili isi hati kamu kan??… Love U

One thought on “Puisi Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s