Kontroversi Perempuan Berkalung Sorban


Saat ini film Perempuan Berkalung Sorban sedang riuh diperbincangkan di berbagai infotainment dan dunia maya. Di milis-milis dan blog banyak yang mengangkatnya sebagai tema perbincangan. Ada yang memuji, tapi banyak juga yang mengkritik film karya Hanung Bramantyo ini.

Aku sendiri pas nonton film ini terpikir juga, kok kayaknya kata-kata yang di ucapkan pemainnya terlalu berlebihan dan kasar.
ini .., aku coba rangkum beberapa komentar yang menyesalkan film ini :

Deddy Mizwar, menilai, cerita yang disajikan dalam film itu sangat menyudutkan Islam. ‘’Sehingga, bisa menyudutkan pihak lain, terutama dari kalangan Islam Salafiah. Seharusnya dalam mengkritisi Islam dengan kearifan sehingga tidak menimbulkan mudharat,’’ kata pemeran Nagabonar ini saat berbincang kepada Republika melalui saluran telepon di Jakarta, Senin (2/2) siang.

‘’Film ini sangat menyakitkan hati umat Islam,’’ ungkap Ahmad Maulana, seorang advokat. Ia menilai, film itu mengambarkan Islam sangat tak seimbang. ‘’Islam digambarkan sebagai agama yang tak sempurna. Ini sungguh sangat melecehkan,’’ katanya tegas. Ia mendesak agar pembuat film itu meminta maaf kepada umat Islam.

Protes yang sama juga dilontarkan Indra Jaya. Dalam suratnya kepada Republika, Indra menilai film itu sangat menyesatkan. ‘’Film ini telah membuat kalimat Allah atau hadis hanya untuk diperolok-olok dan menjadi pembenar perilaku yang buruk,’’ ujarnya. Film itu dinilainya telah membuat pandangan orang terhadap Islam menjadi jelek.
Inilah beberapa kejanggalan yang bisa dilihat di Film ini yang menjadi kontroversi :

– Islam mengharamkan perempuan keluar rumah, baik untuk bekerja maupun belajar. Padahal, Islam tak melarang perempuan untuk keluar rumah.
– Orang tua Annisa yang seorang kiai melarang keras Annisa menunggang kuda dengan alasan perempuan tidak pantas menunggang kuda dan hanya laki-laki yang boleh.
– Perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, ini terlihat dari adegan pemilihan ketua kelas di sekolah Annisa saat duduk di sekolah dasar. Meski dia menang, lalu dianulir karena Anissa seorang perempuan.
– Kiai dan pemimpin pesantern digambarkan materialistis.
– Seolah-olah Islam membenarkan tindakan kekerasan terhadap istri dengan mendasarkan pada kitab-kitab kuning.
– Ayat-ayat Alquran ditampilkan sebagai pembenaran atas perilaku salah.


Diluar kontroversi itu semua, orginal soundtrack nya enak juga lho.., dinyanyikan oleh Siti Nurhaliza.. ” Rindu..Rindu..Rindu Kalbu Memanggil-manggil Nama-MU, seperti terbang di langit-Mu Tenggelam di lautan cinta-Mu… (lho koq jadi nyanyi Des..!!! hiks..hiks…)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s